Vitamin untuk tumbuh kembang anak
Enter subtitle here

Suplemen vitamin untuk buah hati, perlu ngga sih?

Bunda, ada isu menarik untuk kita nich, moga - moga bermanfaat ya...? ^_^

Apabila ada si kecil balita yang cenderung langsing, pasti deh sang ibu pernah diberondong pertanyaan-pertanyaan - yang sekali dua kali masih bisa dilalaikan, tetapi lama-lama bisa bikin gusar juga - entah dari ayah dan bunda, mertua, saudara, atau teman. Seperti, \"Susah ya maemnya\", \"Minum susunya banyak gak?\", \"Vitaminnya apa?....lho kok gak dikasih vitamin? Kasih dong, biar doyan makan dan minum susu.......\". Kok, seperti ada tata tertib tak tertulis bahwa buah hati-si kecil seyogyanya mengkonsumsi vitamin tambahan, ya?! Tambahan lagi, kini ini bapak dan ibu 'dibombardir' oleh beraneka iklan suplemen yang masing-masing mengklaim paling tokcer meningkatkan nafsu makan, tenaga bendung tubuh buah hati, dan lainnya. Vitamin tumbuh kembang anak

Apa sih fungsi sesungguhnya dalam tubuh manusia? Lalu, apakah bayi dan si kecil-buah hati 'seharusnya' mengkonsumsi suplemen vitamin?

Fungsi suplemen - bagus vitamin ataupun mineral - sejatinya hanya lah untuk melengkapi (kalau ada) kekurangan vitamin dan mineral dalam tubuh. Jadi suplemen vitamin sama sekali tak bisa digunakan untuk menggantikan vitamin alami (yang diperoleh dari makanan). Satu ragam makanan mempunyai kombinasi bermacam variasi vitamin dan zat-zat lain (seperti nutrisi utama, mineral, hingga antioksidan) yang dibutuhkan oleh tubuh. Umpamanya, jeruk tak hanya kaya akan vitamin C, melainkan juga ada asam folat, kalsium, dan serat; lalu telur selain tinggi protein juga mengandung vitamin D, E, pun A dan B.

Fungsi Vitamin Bagi Tubuh

Sebelum berpolemik seputar perlu tidaknya suplemen bagi si kecil, sebaiknya orang tua tahu lebih dahulu apa sebetulnya fungsi vitamin bagi tubuh. Vitamin, bersama-sama dengan mineral, merupakan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil namun asupannya semestinya teratur dan dalam jumlah yang tepat, supaya tubuh bisa tumbuh dan berfungsi secara normal. Beraneka progres biologis tubuh membutuhkan vitamin supaya bisa bekerja dengan bagus, seperti pertumbuhan, pelaksanaan pencernaan, kesigapan mental dan ketahanan tubuh kepada infeksi. Dalam proses-cara kerja hal yang demikian vitamin berfungsi sebagai katalis untuk metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.

Beberapa besar tipe vitamin memang tak diproduksi sendiri oleh tubuh, selain vitamin K yang dijadikan oleh bakteri 'bagus' yang ada dalam usus. Jadi, memang patut 'diambil' dari luar. Sumber terbaik untuk vitamin (dan mineral) yaitu makanan. Itulah kenapa pola makan manusia, bagus buah hati-si kecil ataupun dewasa, sepatutnya berjenis-jenis dan berimbang - cocok dengan piramida makanan. Tak lain, supaya tubuh mendapat asupan vitamin secara komplit.

Kekurangan vitamin membikin tubuh tak bisa 'bekerja' sebagaimana mestinya. Lebih-lebih bagi buah hati-si kecil, kekurangan vitamin menyebabkan pertumbuhan mereka terganggu. Tetapi, kelebihan asupan vitamin malah bukannya tak beresiko bagi kesehatan. Kelebihan vitamin yang larut air, seperti vitamin C, biotin, thiamin (B1), riboflavin (B2), niacin (B3), asam pantotenat (B5), pyridoxine (B6), asam folat (B9) dan cobalamin (B12) , memang akan dibuang via air seni. Melainkan ini juga berarti membikin ginjal bekerja lebih keras. Sementara kelebihan vitamin yang larut lemak (vitamin A, D, E, K) akan disimpan dalam jaringan lemak tubuh dan hati. Akumulasi lebihan vitamin ini bisa menjadi racun bagi tubuh.

Lalu, kapan ketika yang ideal untuk memberikan suplemen vitamin?

Ketika buah hati memang membutuhkannya. Seandainya selera makan si kecil cukup luas dan menu hariannya komplit, pemberian suplemen vitamin hakekatnya tak perlu. Hati baru dikatakan membutuhkan suplemen vitamin jikalau; Si tak memperoleh asupan vitamin yang cukup. Contohnya, buah hati mengalami gangguan penyerapan zat nutrisi atau si kecil picky eater (sempit selera makannya).

Kecil sedang sakit. Dikala buah hati sakit, tubuhnya membutuhkan lebih banyak zat nutrisi dari lazimnya. Walaupun si kecil yang sakit cenderung kurang suka makan, kesudahannya asupan gizinya (termasuk vitamin) berkurang. Pada situasi seperti itu, tubuh buah hati perlu 'dibantu' dengan memberikan suplemen vitamin. Buah yang sedang dalam pengobatan TBC umpamanya, perlu diberi suplemen vitamin untuk menolong progres penyembuhan.

Hati yang baru sembuh dari sakit, bisa dikasih suplemen. Namun bila keadaan kesehatan si kecil makin membaik, pemberian suplemen sebaiknya dikurangi dan dihentikan dikala buah hati telah benar-benar sehat dan selera makannya kembali normal.

Si picky eater, susah/tak ingin makan, kurus atau berat badan susah naiknya, sesungguhnya juga tak bisa dihasilkan 'perbaikan' untuk memberikan suplemen vitamin secara rutin. Karena suplemen bukan the real solution bagi masalah-problem hal yang demikian. Langkah utama yang wajib dicapai ayah dan ibu yakni berupaya supaya selera makan si kecil menjadi luas, mencari penyebab buah hati menjadi susah/tak mau makan, atau mencari tahu kenapa berat badan si kecil susah naik. Untuk sementara, kekurangan vitamin dalam tubuh buah hati memang bisa dipenuhi melalui suplemen, sambil ayah dan bunda berupaya mengatasi dilema sebetulnya.

Sama seperti orang dewasa, bayi dan si kecil-buah hati juga punya preferensi kepada macam-ragam makanan. Sekiranya si kecil hanya sesekali menjadi picky (siapa tahu ia sedang berkeinginan makanan yang menyegarkan, contohnya...?), walaupun secara biasa selera dan pola makannya bagus, rasanya terlalu berlebihan apabila bapak dan ibu kuatir si kecilnya akan kekurangan vitamin. Menganggap suplemen bisa meningkatkan nafsu makan buah hati juga tak rasional.

Suplemen vitamin bukan untuk meningkatkan nafsu makan si kecil, karena memang tak ada vitamin yang membikin buah hati jadi doyan makan. Banyak unsur yang menyebabkan si kecil menjadi susah/tak ingin makan. Mungkin buah hati bosan dengan menu hariannya, mau tumbuh gigi, sedang ada keadaan sulit psikologis, atau sedang sakit. Kecil yang mengalami gangguan jantung atau terkena silent ISK (infeksi saluran kemih), juga bisa mengalami gangguan selera makan atau susah naik berat badan. Kalau situasi kesehatan si kecil bagus, otomatis selera makannya malahan akan bagus.

Pertumbuhan buah hati, umumnya diperhatikan dari penambahan berat dan tinggi badan si kecil. Karenanya tak heran, seandainya orang tua jadi cemas sekiranya berat badan buah hatinya tak/susah naik. Tetapi, buah hati langsing pun belum tentu mengalami kurang nutrisi, lho. Selain memperhatikan grafik pertumbuhannya, ayah dan ibu juga mesti mengamati perkembangan si kecil. Meski kenaikan berat badan buah hati tak signifikan (atau malah tetap), tetapi tinggi badannya naik dengan signifikan, kecakapan motorik kasar dan halusnya bagus, juga perkembangan otaknya meningkat cepat, karenanya hakekatnya ayah dan bunda belum perlu untuk kuatir. Bisa jadi si kecil cenderung langsing dan tinggi karena faktor keturunan. Selain itu, bapak dan ibu juga perlu memandang gerak tubuh buah hati sehari-hari. Buah yang betul-betul aktif, tentu saja menghabiskan lebih banyak daya. Wajar lah kalau berat badannya jadi susah naik, atau kalaupun naik sedikit sekali.

Jikalau Hati Membutuhkan Suplemen, Variasi Apa Terpenting Aman?

Khususnya paling bagus tentu memberikan suplemen vitamin layak dengan kebutuhan si kecil, maksudnya jikalau buah hati kekurangan vitamin D, berikan lah vitamin D. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan lebih dahulu dengan dokter. Terlebih bagi bayi, apalagi yang masih ASI eksklusif, orang tua jangan sembarangan memberikan suplemen vitamin tanpa rekomendasi dokter. Akan jauh lebih bagus bila ibu menggunakan pola makan sehat dengan nutrisi sepadan, supaya kwalitas ASI yang diproduksinya menjadi lebih bagus, daripada mengambil jalan pintas dengan memberikan suplemen vitamin. Karena, ASI telah mengandung vitamin dan mineral dalam komposisi yang komplit. Jadi, ibu-ibu yang masih menyusui -terutamanya yang masih memberikan ASI eksklusif- tak perlu cemas si kecil kekurangan vitamin dan mineral.

Kalaupun ayah dan ibu berkeinginan memberikan suplemen vitamin kepada si kecilnya, berdasarkan AAP (American Academy of Pediatrics) 1 dosis suplemen multivitamin per hari tak membahayakan. Dengan catatan, tiap-tiap dosis suplemen hal yang demikian tak melebihi angka kecukupan nutrisi (RDA/Recommended Daily Allowance), meski kelebihan itu hanya untuk satu variasi vitamin atau mineral. jangan pilih suplemen yang mempunyai kandungan megadosis (dosis besar). idealnya, suplemen multivitamin itu (seharusnya) kandungannya lebih rendah dari AKG (angka kecukupan nutrisi).

Bagi si kecil batita, lebih aman suplemen multivitamin yang berbentuk cair karena tablet kunyah berpotensi membikin buah hati tersedak. Jangan sekali-kali berbohong kepada si kecil dengan mengatakan suplemen vitamin sebagai permen, karena ini akan mensupport buah hati ingin mengkonsumsi semaunya. , simpan suplemen di tempat yang tak bisa dijangkau si kecil. Perlakukan suplemen vitamin layaknya obat.

Satu hal yang semestinya ayah dan bunda ingat, vitamin bukan satu-satunya yang dibutuhkan oleh tubuh. Sungguh ironis apabila bapak dan ibu demikian itu getol memberi buah hatinya suplemen, dengan alasan supaya kebutuhan vitamin dan mineralnya terpenuhi, melainkan tak berupaya untuk membetulkan pola makan buah hati. Karena vitamin dan mineral akan mubazir tanpa adanya kecukupan zat nutrisi utama seperti karbohidrat, protein (hewani dan nabati), ataupun lemak. (EG)

Referensi
Vitamin
https://id.wikipedia.org/wiki/Vitamin